Wahai saudaraku seiman,
sesungguhnya tidak mungkin ada asap tanpa api dan tidak mungkin ada akibat tanpa sebab, begitu juga tidak mungkin terjadi bencana tanpa pelanggaran dan kemaksiatan yang diperbuat oleh manusia.
Dan suatu sikap wajar ketika ada seorang masuk ke halaman rumah orang
lain, terus bertingkah dan tidak beradab maka sewajarnya sang pemilik
rumah murka dan memberi sangsi sebagai teguran dan peringatan.
Dan
sebelum teguran Allah datang berupa musibah terutama kematian sementara
kita tidak mempunyai daya upaya untuk menolaknya maka renungkan firman
Allah berikut ini;
أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ [الحديد : 16]
Belumkah tiba saatnya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati
mereka mengingat Allah dan mengingat apa yang telah diturunkan kepada
mereka berupa kebenaran al-Quran dan janganlah mereka seperti
orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Alkitab kepadanya kemudian
berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras.
Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang fasik.
Ali bin Abu Thalib berkata,
Telah bergegas menuju surga 'Adan sekelompok kaum, bukan karena mereka banyak melakukan shalat, puasa, haji dan umrah, akan tetapi mereka memiliki akal digunakan untuk mencerna nasehat Allah, sehingga membuat hati mereka takut kepada Allah, jiwa mereka tenang dengan kebaikan dan anggota tubuh mereka tunduk khusyuk kepada Allah, akhirnya mereka mengungguli seluruh umat manusia dengan mulianya kedudukan dan tingginya derajat di tengah umat manusia di dunia dan di hadapan Allah kelak di akhirat.
مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ) [رواه ابن ماجة والحاكم]
Wahai kaum Muhajirin sesungguhnya ada lima bencana, kalian akan diuji
dengan lima bencana tersebut, Aku berlindung kepada Allah agar tidak
menimpa kalian; tidaklah perbuatan keji (zina) merajalela di suatu
negeri melainkan akan menyebar wabah dan penyakit yang belum pernah
menimpa pada umat sebelum kalian, tidaklah mereka mengurangi takaran dan
timbangan melainkan Allah akan menimpakan
paceklik, krisis dan jahatnya penguasa atas mereka, tidaklah mereka menghalangi zakat mal melainkan Allah akan menahan hujan dari langit kalau bukan karena sayang kepada hewan ternak ditahan hujannya, tidaklah mereka melanggar janji Allah dan janji Rasul melainkan Allah akan menjadikan mereka dikuasai musuh dan mengambil sebagian dari kekayaan mereka dan tidaklah para penguasa meninggalkan hukum Kitabullah dan tidak memilih hukum yang diturunkan Allah melainkan Allah akan menjadikan dirundung konflik antara mereka.
(H.R Ibnu Majah dan al-Hakim)
Zainal Abidin Syamsuddin, L.c., M.M
Sumber :
http://www.salamdakwah.com/
Editor : Admin Asy-Syamil.com
Raih amal shalih dengan menyebarkan kiriman ini , semoga bermanfaat.
Jazakumullahu khoiron.
•═══════◎❅◎❦۩❁۩❦◎❅◎═══════•
CHANNEL MULIA DENGAN SUNNAH
https://t.me/MuliaDenganSunnah
Website : http://asy-syamil.com
️ FB : https://goo.gl/tJdKZY
Admin : 081381173870








Tidak ada komentar:
Posting Komentar