Aqidah adalah amalan hati berupa Iman (keyakinan teguh) dan pembenaran (tashdiq) terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah, yang didasarkan pada pemahaman para salafus shalih. Ini berarti keimanan yang kokoh dan tanpa keraguan dalam hati, sesuai dengan ajaran Al-Qur'an dan As-Sunnah yang dipahami oleh generasi awal Islam yaitu para sahabat radhiyallahu, tabi'in dan tabi'ut tabi'in.
Seandainya bukan karena Allah yang telah memberitahukannya kepadaku, tentulah aku tidak mengetahuinya. Dan sesungguhnya aku hanya memberitahukan kepada kalian bahwa:
أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُوا۟ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدًۢا
"Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang shaleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya". (QS. Al-Kahfi: 110).
Allah Tabaraka wata’ala berfirman,
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
Dan “Sungguh telah Kami wahyukan kepadamu dan kepada orang-orang sebelummu, seandainya kamu berbuat syirik niscaya akan lenyap seluruh amalmu dan kamu pasti akan termasuk golongan orang-orang yang merugi.” (QS. az-Zumar: 65).
Allah Tabaraka wata’ala berfirman,
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. “ (QS. Al Hasyr :7).
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ
“Barang siapa yang menaati Rasul, sesungguhnya ia telah menaati Allah.” (QS. An Nisa’: 80).
🌸 Mengikuti pemahaman sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam alam beragama.
وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِىd تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
"Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama-lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar".(QS. At-Taubah: 100).
Para sahabat radhiyallahu ‘anhum merupakan generasi terbaik pada umat ini. Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ثُمَّ يَجِيءُ قَوْمٌ تَسبِقُ شَهَادَةُ أَحَدِهمْ يَمِينَهُ وَيَمِيْنُهُ شَهَادَتَهُ
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para Sahabat), kemudian yang datang sesudah mereka (Tabi’in), kemudian yang datang sesudah mereka (pengikut Tabi’in), lalu akan datang suatu kaum yang mana persaksian salah seorang di antara mereka mendahului sumpahnya dan sumpahnya mendahului persaksiannya.” (Muttafaqun ‘Alaih).
Allah Tabaraka wata’ala berfirman
وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَىَّ
ثُمَّ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم
"Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu". (QS. Luqman: 15).
🌸 Jalan golongan orang yang selamat
Yaitu: Orang-orang yang berpegang teguh kepada Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam dan Sunnah Khulafaur Rasyidin. Mereka menggigit sunnah tersebut dengan gigi geraham mereka.
Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menasehati para sahabat radhiyallahu ‘anhum,
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِى وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Berpegang teguhlah dengan sunnahku dan sunnah khulafa’ur rasyidin yang mendapatkan petunjuk (dalam ilmu dan amal). Pegang teguhlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian.” (HR. Abu Daud no. 4607, At Tirmidzi no. 2676).
Oleh karena itu, mereka adalah Firqatun Najiyyah (Golongan yang Selamat). Mereka selamat dari api Neraka pada Hari Kiamat, dan mereka selamat dari kebidahan pada kehidupan dunia ini.
Mereka itulah golongan yang ditolong, karena sabda Nabi shalallahu alaihi wasallam tentang mereka:
“لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين حتى يأتيهم أمر الله وهم ظاهرين”
“Akan sentiasa ada segolongan dari umatku yang terus tegak di atas kebenaran sampai datang Hari Kiamat, dalam keadaan mereka dimenangkan.” (Dikeluarkan dalam kitab Ash Shahihain dari hadis Al-Mughirah bin Syu’bah.” Al-Mu’taqad As-Shahih : 6).
𝘽𝙖𝙧𝙖𝙠𝙖𝙡𝙡𝙖𝙝𝙪 𝙛𝙞𝙞𝙠𝙪𝙢.












