RENUNGAN NASEHAT

 Padahal 95 Persen Daratannya Adalah Padang Pasir, Arab Saudi ...

Siapa yg mencipatkan kita ? Allah...
Siapa yg menjamin rezeki kita ? Allah...
Siapa yg mengampuni dosa-dosa kita ? Allah...
Siapa yg memberikan Husnul Khatimah kita ? Allah...
Siapa yg memberikan pahala kita ? Allah...
Siapa yg memberikan hidayah kita ? Allah...
Siapa yg menghisab kita ? Allah...
Siapa yg Maha Kuasa ? Allah...
Siapa yg memiliki langit bumi berserta isinya ? Allah...
Siapa yg memiliki surga ? Allah...

Jika kita sadari bahwa semua dari Allah dan milik Allah lantas mengapa kita risaukan hinaan dan omongan buruk orang lain kepada kita ??

Bukankah tuhan kita bukan omongan orang, tulisan orang, hinaan orang, penilaian orang.

Karena itu, Selama kita di jalan yg benar dan berbuat baik, Maka jalan saja terus, jangan pedulikan mereka, sebab tujuan kita Allah.

Percayalah!! Meskipun seluruh manusia menghina kita, merendahkan kita, berusaha mencelakakan kita, tidak akan pernah berubah takdir yg telah Allah berikan kepada kita.

Dan ingatlah pula bahwa kelak kita juga akan sendiri-sendiri, Maka apa pedulinya dengan hinaan dan penilaian buruk manusia.

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

وَلَقَدۡ جِئۡتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقۡنَٰكُمۡ أَوَّلَ مَرَّة...

Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya..." (QS. Al-An'aam [6]: 94)

AI-Hasan aI-Bashri rohimahullah berkata, ⁣⁣
⁣⁣
يا ابن آدم اعلم انك تموت وحدك وتدخل قبرك وحدك وتبعث وحدك وتحاسب وحدك

Wahai anak Adam ketahuilah bahwasanya sungguh..

1. Engkau akan mati sendirian..⁣
2. Masuk ke liang kubur pun sendirian.
3. Dibangkitkan sendirian, dan
4. Mempertanggung jawabkan perbuatanmu juga sendirian. (Bahrud Dumuu' hal: 102)⁣⁣

Demikianlah kelak keadaan setiap manusia pada hari kiamat, ia akan datang dihisab sendiri-sendiri untuk menghadapi perhitungan

Amal dan pembalasanya, sebagai mana dahulu ia di ciptakan di dunia pertama kali dalam keadaan tanpa alas kaki dan telanjang.

Dan pada hari itu tak seorang pun dapat membantu atau menolong kita, meskipun didunia dahulu mereka sangat perhatian atau sebaliknya mereka dahulu membenci kita. 

Karena pada hari itu kita sendirilah yg akan mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita.

Semoga Allah 'Azza wa Jalla memberikan kita keteguhan hati, kesabaran dan keistiqomah di jalan-Nya, sehingga kelak kita dapat berkumpul di surga-Nya. Aamiin.

Habibie Quotes,


Share:

JUMLAH RAKAAT SHALAT DHUHA

Suami istri meninggal karena tersesat di padang pasir Saudi ...

Batas Minimal Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Jumlah minimal rakaat shalat dhuha adalah dua rakaat. Dalilnya hadits dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berwasiat padanya tiga perkara, yang salah satunya adalah:

وركعتي الضُّحى

"Dan (hendaklah lakukan) dua rakaat shalat dhuha". [HSR. Bukhari 1981 dan 721]

Ada lagi sebenarnya hadits shahih lain yang menunjukkan bahwa shalat dhuha dapat dikerjakan cukup dengan dua rakaat. Atas dasar ini empat madzhab sepakat menetapkan bahwa shalat sunnah dhuha sekurang-kurangnya dua rakaat. Ini adalah pendapat dari Madzhab Hanafi (Hasyiah Ibnu Abidin II:23), Maliki (Mawaahibul Jalil II:372), Syafi’i (Al-Majmu’ IV:36), Hanbali (Al-Mughni II:97).

Batas Maksimal Jumlah Rakaat Shalat Dhuha

Dalam hal ini Ulama berbeda pendapat, ada yang menyebutkan 8 rakaat, ada yang menyatakan 12 rakaat. Tetapi pendapat yang paling benar adalah tidak ada batasan maksimal jumlah rakaat shalat dhuha. Artinya, seseorang boleh melakukan shalat dhuha dengan cara dua rakaat salam - dua rakaat salam sampai berapa kali pun selagi masih dalam ambang batas waktu shalat dhuha.

Dalil yang menunjukkan kuatnya pendapat ini adalah diantaranya hadits dari Aisyah radhiallahu ‘anha menceritakan:

كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعاً ، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللهُ

"Kebiasaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat dhuha empat rakaat dan menambahkannya sesuai dengan kehendak Allah". [HR. Muslim 719]

Hadits itu menunjukkan bahwa Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam biasa pula mengerjakan shalat dhuha lebih dari empat rakaat, yakni tanpa batasan rakaat, sekuatnya dan semampunya.

Pendapat yang menyatakan bahwa shalat dhuha itu tidak ada batasan maksimal rakaatnya selagi masih dalam ambang waktu shalat dhuha adalah pendapat dari Ibnu Jarir At-Thabari rahimahullah (Zaadul Ma’aad I:351-352), Syaikh bin Baaz rahimahullah (Majmu Fatawa XI:402) dan Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah (As-Syarhul Mumti IV:85-86)

Kesimpulannya, batas minimal shalat dhuha adalah dua rakaat, sementara batas maksimalnya tidak terbatas selagi masih dalam ambang batas waktu shalat dhuha.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

✍🏻 Oleh Ustadz Berik Said hafidzhahullah
https://dakwahmanhajsalaf.com/2020/10/jumlah-rakaat-shalat-dhuha.html

posting by Sawang Sinawang

Share:

TERBONGKAR, TERNYATA SHALAT ISYA 4 RAKAAT SETELAH ISYA PAHALANYA SEPERTI SHALAT DI MALAM

Apa itu qiyamul lail? | Noor Academy

Abdullah bin Amru bin Al ‘Ash berkata :

✅ Siapa yang sholat (sunnah) 4 roka’at setelah (Sholat) Isya’, maka 4 roka’at tersebut seperti keutamaannya 4 ROKA’ATNYA malam Laitul Qodar.

(HR Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushonnaf no 7273. Sanadnya shahih).

✅ Aisyah rodliyallahu ‘anha berkata :
4 roka’at setelah (Sholat) Isya’, sebanding dengan yang semisal 4 ROKA’AT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar.

(HR Ibnu Abi Syaibah no 7274. Sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari dan Muslim).

✅ Abdullah bin Mas’ud Radliyallahu ‘anhu berkata:

Siapa yang sholat (sunnah) 4 roka’at setelah (Sholat) Isya’, dia tidak memisah roka’at-roka’at tersebut dengan salam, maka 4 roka’at tersebut sebanding dengan yang semisal 4 ROKA’AT TERSEBUT pada MALAM LAYLATUL QODAR.

(HR Ibnu Abi Syaibah no 7275. Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Bukhari dan Muslim)

Walaupun semuanya mauquf, Namun dihukumi marfu’.

Ibnu ‘Abbas berkata :
Aku pernah menginap di rumah bibiku maimunah binti Al Harits istri Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Nabi sholat Isya, lalu pulang ke rumahnya dan sholat empat raka’at. Lalu beliaupun tidur..”

(HR Al Bukhari no 117 dan 665).

Hadits-hadits di atas kuat sanadnya, dan bisa dijadikan sandaran amalan -wallahu a’lam

✅ Shalat 4 Rakaat sebagai mana yang dimaksud di atas BUKAN SHALAT RAWATIB BA'DIYAH ISYA, karena jumlah rawatib ba'diyah Isya telah dijelaskan dalam hadits lain, yaitu jumlahnya 2 roka'at. Jadi setelah sholat fardhu Isya, kita sholat sunnah rowatib ba'diyah Isya 2 raka'at, lalu sholat sunnah 4 raka'at ini. Wallahu a'lam

✅ Tata caranya adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh 'Abdullah bin Mas'ud Radhiyallahu 'anhu, yaitu 2 tahiyat dan satu salam.


Wallahu a'lam. Ustadz Badru

Share:

AMALAN-AMALAN BERPAHALA SEPERTI SHALAT MALAM (10) NIAT SHALAT MALAM SEBELUM TIDUR

 Qiyamul Lail Artinya Ibadah di Malam ...

Meniatkan qiyamul lail sebelum tidur

Dari Abu Darda I, merafa’kannya kepada Nabi H, beliau bersabda,

«مَنْ أَتَى فِرَاشَهُ وَهُوَ يَنْوِي أَنْ يَقُومَ يُصَلِّي مِنْ اللَّيْلِ  فَغَلَبَتْهُ عَيْنَاهُ حَتَّى أَصْبَحَ  كُتِبَ لَهُ مَا نَوَى  وَكَانَ نَوْمُهُ صَدَقَةً عَلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ عَزَّ وَجَلَّ»

“Barangsiapa mendatangi tempat tidurnya, sementara dia berniat untuk berdiri shalat malam, lalu (kantuk) kedua matanya mengalahkannya hingga subuh, maka dituliskan baginya apa yang telah dia niatkan. Dan jadilah tidurnya (tadi malam) merupakan sedekah dari Tuhan-nya E untuknya.” ([1])

Tahukah engkau pentingnya niat, bahwa ia mengalir pada aliran amal?! Karenanya kita dapati keriskanan orang yang tidur tanpa berniat akan melaksanakan shalat fajar pada waktunya, padahal untuk kerja dan sekolahnya engkau dapati mereka bersusah-payah memasang alarm.

Orang seperti ini terus menerus melakukan salah satu dosa besar. Jika meninggal dalam keadaan seperti itu, berarti telah “su’ul khâtimah” (buruk pengakhirannya) -kita berlindung kepada Allah dari padanya-.

Adapun orang yang meniatkan bangun untuk shalat fajar dan telah mencurahkan tenaga untuk sebab-sebab hal itu kemudian dia tidak bangun, maka tidak ada celaan atasnya karena tidak ada kelalaian dalam tidur. Kelalaian itu ada dalam keadaan terjaga.

_______________

Footnote:

([1]) HR. an-Nasai (1787), Ibnu Majah (1344) dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahih al-Jami’ (5941).

Untuk lebih lengkapnya, Yuk baca artikel ini di website attabiin.com pada url:
https://www.attabiin.com/amalan-amalan-berpahala-seperti-shalat-malam-10-niat-shalat-malam-sebelum-tidur/

Share:

TIDAK SELAYAKNYA BAGI ORANG MUKMIN MENDOAKAN AMPUNAN DAN RAHMAT BAGI MAYAT ORANG KAFIR

 Jangan Takut dan Ragu dalam Berdoa ...

Beredar meme ucapan bela sungkawa dari seorang tokoh yang mengaku beragama Islam atas kematian pemimpin ahli kitab abad ini. Dia juga berdoa agar Allah menerima amal orang kafir tersebut.ada juga yang mendoakan Husnul khatimah.Waliytadzubillah

Apa jawaban Allah?

Mari kita simak:

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ هَلْ نُـنَبِّئُكُمْ بِا لْاَ خْسَرِيْنَ اَعْمَا لًا

"Katakanlah (Muhammad), "Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yang paling rugi perbuatannya?""
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 103)

اَ لَّذِيْنَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ يُحْسِنُوْنَ صُنْعًا

"(Yaitu) orang yang sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 104)

اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِاٰ يٰتِ رَبِّهِمْ وَلِقَآئِهٖ فَحَبِطَتْ اَعْمَا لُهُمْ فَلَا نُقِيْمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ وَزْنًـا

"Mereka itu adalah orang yang mengingkari (tidak percaya) kepada ayat-ayat Tuhan mereka (Al Quran) dan terhadap pertemuan dengan-Nya. Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat."
(QS. Al-Kahf 18: Ayat 105)

Dengan ayat-ayat di atas, maka telah jelas bahwa amal orang kafir itu sia-sia, tidak diterima Allah Ta'ala.

Bahkan lebih jauh, mendoakan rahmat dan ampunan bagi seseorang yang mati kafir adalah perbuatan haram.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

مَا كَا نَ لِلنَّبِيِّ وَا لَّذِيْنَ اٰمَنُوْاۤ اَنْ يَّسْتَغْفِرُوْا لِلْمُشْرِكِيْنَ وَ لَوْ كَا نُوْۤا اُولِيْ قُرْبٰى مِنْۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُمْ اَصْحٰبُ الْجَحِيْمِ

"Tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampunan (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik sekalipun orang-orang itu kaum kerabat(nya) setelah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu penghuni Neraka Jahanam."
(QS. At-Taubah 9: Ayat 113)
.
Sedangkan orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu Tuhan di antara tiga tuhan, maka jelas dia itu adalah orang yang mensekutukan Allah (musyrik).

والله أعلمُ بالـصـواب

Tauhid Manhaj & Aqidah

Alhamdulillah kita pantas bersuka cita dengan kematiannya !!!

•┈┈┈•❒ MENITI JALAN SELAMAT ❒•┈┈┈•

Share:

MILYARAN PAHALA DENGAN MENDO'AKAN KAUM MUSLIMIN

Amalan Bulan Ramadan Dengan Banyak ...

Sebagian kita malas dan mengira bahwa mendoakan orang lain itu hanya menguntungkan orang lain tersebut saja. Padahal sebenarnya, yang diuntungkan pertama kali adalah kita sendiri. Mari simak hadits berikut ini,

Dari Ubadah bin ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu berkata, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من استغفر للمؤمنين والمؤمنات كتب الله له بكل مؤمن ومؤمنة حسنة

“Barang siapa mendoakan ampunan bagi kaum mukminin dan mukminat, Allah akan menuliskan untuknya pahala sejumlah mukmin dan mukminah”.(HR. Thabrani, dishahihkan Al-'Allamah Albani dalam Shahih Al-Jami' No. 5906)

Bayangkan betapa banyaknya jumlah kaum muslimin, Sejak adanya dunia hingga akhir zaman, berapa jumlah kaum mukminin dan mukminat ? Maka sebanyak itulah pahala yang akan kita dapatkan.

Karena itu hendaknya kita jangan malas dan enggan mendoakan saudara² kita kaum muslimin, sebaliknya kita harus bersemangat mendoakan mereka, sebab akan ada milyaran pahala yang dapat kita raih jika kita amalkan.

Bahkan mendoakan saudara sesama muslim terutama tanpa sepengetahuannya adalah bukti kejujuran iman kita, Sebab tdk mudah melakukan sunnah ini, karena butuh keimanan yg tinggi serta hati yg tulus dan ikhlas.

اللهم أغفر للمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الأحياء منهم والأموات.

Allahummaghfirlil muslimiina wal muslimaat wal mu'miniina wal mu'minaat, al ahyaa-i minhum wal amwaat

(Ya Allah, ampunilah seluruh kaum muslimin dan kaum muslimat, kaum mukminin dan kaum mukminat, baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal)

Semoga Allah ﷻ mengampuni dosa² kita semua, menerima amalan kita, melipatkan gandakan pahala kita dan menutup usia kita dalam keadaan husnul khatimah. Aamiin.

✍ Habibie Quotes, 18/06/22
Ig - www.instagram.com/habibiequotes_
Tg - https://t.me/habibiequotes

Share:

PELAJARAN BERHARGA DARI PUASA

Islam: Spiritualitas, Keutamaan ...
Cara agar bisa merasakan nikmat dunia adalah meninggalkan sedikit dari nikmat dunia
Contoh:
Orang yang puasa, lalu berbuka
Orang yang begadang semalaman lalu tidur
Orang yang seharian bekerja lalu istirahat
Orang yang lama menjomblo lalu menikah (JOSH: jomblo Sampe Halal)

Puasa mengajarkan kita
Agar bisa menikmati dunia
Ketika berbuka puasa
Air putih saja terasa sangat nikmat
Dan berbahagialah ketika berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” [HR. Muslim, no.1151]

Janganlah kita terus mengkuti nafsu
Nafsu terus mencari nikmat dunia
Tanpa terkendali rambu syariat
Yang namanya nikmat dunia
Manusia tidak akan pernah puas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻻِﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺩِﻳَﺎﻥِ ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﻤْﻸَ ﻓَﺎﻩُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏُ ، ﻭَﻳَﺘُﻮﺏُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺗَﺎﺏَ

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (tidak merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” ( Muttafaqun ‘alaih)

Bagaimana jika engkau
Terus mendapatkan kenikmatan dunia?
Maka berbagilah
Sebagai bentuk syukur
Berbagu harta, berbagi senyum dan kebahagiaan
Harta jika dibagikan bisa jadi berkurang
Tapi kebahagiaan jika dibagi akan bertambah

Berbahagialah dengan pertolongan Allah
Selama terus menolong saudaranya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

والله في عون العبد، ما كان العبد في عون أخيه.حديث صحيح رواه مسلم

Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” [HR. Muslim]

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

sumber : https://muslimafiyah.com/pelajaran-berharga-dari-puasa.html

Via HijrahApp

Cara agar bisa merasakan nikmat dunia adalah meninggalkan sedikit dari nikmat dunia
Contoh:
Orang yang puasa, lalu berbuka
Orang yang begadang semalaman lalu tidur
Orang yang seharian bekerja lalu istirahat
Orang yang lama menjomblo lalu menikah (JOSH: jomblo Sampe Halal)

Puasa mengajarkan kita
Agar bisa menikmati dunia
Ketika berbuka puasa
Air putih saja terasa sangat nikmat
Dan berbahagialah ketika berbuka

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

للصائم فرحتان : فرحة عند فطره و فرحة عند لقاء ربه

“Orang yang berpuasa memiliki 2 kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka puasa dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabb-Nya kelak” [HR. Muslim, no.1151]

Janganlah kita terus mengkuti nafsu
Nafsu terus mencari nikmat dunia
Tanpa terkendali rambu syariat
Yang namanya nikmat dunia
Manusia tidak akan pernah puas

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟَﻮْ ﺃَﻥَّ ﻻِﺑْﻦِ ﺁﺩَﻡَ ﻭَﺍﺩِﻳًﺎ ﻣِﻦْ ﺫَﻫَﺐٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺃَﻥْ ﻳَﻜُﻮﻥَ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺩِﻳَﺎﻥِ ، ﻭَﻟَﻦْ ﻳَﻤْﻸَ ﻓَﺎﻩُ ﺇِﻻَّ ﺍﻟﺘُّﺮَﺍﺏُ ، ﻭَﻳَﺘُﻮﺏُ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﻣَﻦْ ﺗَﺎﺏَ

“Seandainya seorang anak Adam memiliki satu lembah emas, tentu ia menginginkan dua lembah lainnya, dan sama sekali tidak akan memenuhi mulutnya (tidak merasa puas) selain tanah (yaitu setelah mati) dan Allah menerima taubat orang-orang yang bertaubat.” ( Muttafaqun ‘alaih)

Bagaimana jika engkau
Terus mendapatkan kenikmatan dunia?
Maka berbagilah
Sebagai bentuk syukur
Berbagu harta, berbagi senyum dan kebahagiaan
Harta jika dibagikan bisa jadi berkurang
Tapi kebahagiaan jika dibagi akan bertambah

Berbahagialah dengan pertolongan Allah
Selama terus menolong saudaranya

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

والله في عون العبد، ما كان العبد في عون أخيه.حديث صحيح رواه مسلم

Allah itu akan menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya.” [HR. Muslim]

@ Yogyakarta Tercinta

Penyusun: Raehanul Bahraen

sumber : https://muslimafiyah.com/pelajaran-berharga-dari-puasa.html

Via HijrahApp

Share:

Radio Islam Indonesia

LISTEN QURAN

Listen to Quran

Popular Posts

Blog Archive

Recent Posts

Pages